bahan hijab

Bahan Hijab yang Enak Digunakan Saat Ramadhan

Bahan Hijab busana untuk hijabers pastinya berbeda dengan pakaian wanita pada umumnya. Pakaian yang digunakan harus tertutup. Pakaian seperti ini kerap memicu rasa gerah terutama di Indonesia yang beriklim tropis.

Tapi pemakaian hijab tentunya bukan alasan para hijabers untuk menghalangi aktivitasnya. Kegiatan seperti bekerja diluar ruangan tentunya menjadi rintangan berat yang dihadapi, apalagi saat bulan ramadhan seperti ini. Kita harus pintar-pintar memilih bahan hijab untuk kita pakai. Pilihan bahan yang tepat dan nyaman digunakan menjadi kebutuhan penting buat para pengguna hijab untuk menunjang kegiatan mereka.

Bahan yang digunakan tentunya harus bisa melawan panas. Hijab-hijab yang dijual di pasaran tidak semuanya memiliki bahan yang anti panas, bahkan ada beberapa bahan yang cenderung menjebak panas dalam kulit, memantulkan panas kembali ke tubuh, dan menghambat keluarnya udara panas, dan juga tidak menyerap keringat sehingga membuat kita tidak nyaman memakainya saat cuaca panas.

Dibawah ini beberapa jenis bahan hijab yang baik digunakan saat cuaca panas :

  1. Bahan Hijab Spandex

    Bahan spandex adalah bahan yang terbuat dari serat sintetis yang sangat elastis. Meskipun terbuat dari serat sintetis, bahan spandex sangat adem dan cukup memiliki daya serap. Bahan dari spandex ini tipis, ringan tetapi tidak menerawang. Selain itu, lebih bisa tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh cahaya UV dan minyak dari kulit. Model Kerudung hijab terbaru dengan bahan spandex bisa dilihat disini.

  2. Bahan Hijab Katun

    Katun memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan memiliki sirkulasi udara baik sehingga keringat dapat terserap lebih baik. Bahannya yang halus serta perawatannya yang tidak terlalu sulit membuat  jilbab berbahan katun akan nyaman dipakai sehari-hari. Dari semua jenis kain katun, yang paling baik adalah katun India karena kualitasnya yang bisa menyejukkan tubuh.

  3. Bahan Hijab Rayon

    Bahan ini terbuat dari selulosa alami yang berasal dari bubur kayu. Bahannya memiliki kelenturan dan relatif tebal. Hijab berbahan rayon sangat nyaman dan cocok dipakai ketika cuaca panas karena kemampuannya yang baik dalam menyerap keringat. Kekurangan dari bahan ini adalah dapat menimbulkan bau tidak sedap karena menyerap keringat.

  4. Bahan Hijab Sutera

    Kualitas dari kain sutra sudah tidak diragukan lagi. Bahannya yang lembut dan dingin membuat pemakainya tidak merasa kepanasan. Tapi hati-hati ketika mencuci hijab dengan bahan kain sutra, karena bahannya yang mudah luntur dan membutuhkan perawatan khusus.

  5. Bahan Hijab Voile

    Selain halus, jenis kain ini juga nyaman digunakan saat cuaca panas karena tidak menimbulkan rasa panas sehingga cocok digunakan sehari-hari. Jenis kain ini memiliki sifat tidak lentur sehingga sulit untuk di kreasikan.

  6. Bahan Hijab Linen

    Kain ini terbuat dari tanaman rami. Saat dikenakan bahan ini memberika rasa sejuk dan segar meskipun saat cuaca panas. Kulit juga akan terasa nyaman saat bersentuhan dengan linen karena teksturnya yang lembut. Linen tetap akan terasa lembut meskipun telah dicuci berulang-ulang. Namun bahan ini memiliki elastisitas yang rendah sehingga memudahkannya menjadi kusut.

Selain bahan hijab diatas, untuk menghindari rasa gerah saat cuaca panas kita sebaiknya menghindari memakai pakaian yang berlapis seperti memakai jaket. Selain itu menjaga kebersihan rambut dan kepala juga hal yang penting. Memakai hijab selama berjam-jam akan membuat rambut menjadi lepek. Oleh karena itu gunakan shampoo yang tepat untuk mencuci rambut.

Demikianlah beberapa jenis bahan hijab yang enak digunakan saat Bulan Ramadhan. Semoga bisa menjadi referensi buat para hijabers semua agar tidak keliru memilih jenis dan bahan hijab yang digunakan.

Persiapan Menyambut Bulan Puasa Ramadhan

Persiapan Menyambut Bulan Puasa Ramadhan

Sahabat Lamia Hijab, sebentar lagi akan memasuki bulan penuh berkah dan kemulian. Yaitu bulan yang ditunggu-tunggu oleh muslimin dan muslimah dengan penuh kegembiraan. Seluruh umat muslim di seluruh dunia dapat merasakan keistimewaan ramadhan yang dinantikan ini. Seperti yang diketahui banyak keistimewaan dibulan ini, salah satunya adalah dilipatgandakannya pahala ibadah yang dilakukan. Lalu, persiapan menyambut bulan puasa ramadhan seperti apa yang harus dilakukan? Simak selengkapnya dibawah ini.

 

Persiapan Menyambut Ramadhan: Bertaubat

Sebagai manusia tentu tidak luput dari perbuatan salah dan dosa. Sebelum datangnya puasa bulan ramadhan, bertaubat adalah langkah yang wajib dilakukan dengan memohon ampun kepada Allah SWT. Bertaubat harus dilakukan dengan lisan dan perbuatan, yaitu tidak mengulang lagi perbuatan yang salah dan memperbanyak perbuatan baik. Dengan begitu secara tidak langsung hati dan pikiran siap dalam menyambut ramadhan. Dalam Surat An Nur ayat 31, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

 

Persiapan Menyambut bulan ramadhan: Mantapkan Niat dan Berdoa

Sebelum datangnya bulan ramadhan, niatkan dalam hati untuk menjalankan segala perbuatan baik terutama dibulan ramadhan hanya untuk mencari ridho Allah SWT semata.

Seorang muslim hendaknya berdoa kepada Allah SWT supaya mendapatkan bulan ramadhan dalam keadaan baik. Serta hendaknya memanjatkan doa agar dibantu dalam mentaati-Nya serta berdoa semoga amal ibadahnya diterima.

 

Persiapan Ramadhan: Perbanyak Ilmu Agama

Agar amal ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam, seorang muslim diwajibkan membekali diri dengan ilmu ketika hendak beribadah kepada Allah SWT. Begitupula ibadah dibulan ramadhan terutama ibadah puasa, dengan begitu dapat mengetahui keutamaan bulan ramadhan ini. Perintah berilmu juga merupakan perintah Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al Anbiya ayat 21 yang artinya:

“Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS Al Anbiya : 21)

 

Persiapan bulan ramadhan:  Mensucikan Diri

Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT dan Rasulullah.Tentunya bulan ramadhan sangat istimewa dan banyak keutamaan-keutamaannya. Dalam menyambut datangnya bulan tersebut seperti kita menyambut tamu yang sangat penting, maka sebelum ramadhan tiba hendaknya kita menyucikan hati, pikiran, tingkah laku perbuatan dan juga lingkungan sekitar.

Sangat rugi orang-orang yang berpuasa menahan lapar dan dahaga, tetapi masih berbuat maksiat. Sebagaimana dalam haditsnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, ”Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka tidak ada bagi Allah kepentingan terhadap puasa (yang sekedar meninggalkan makan dan minum.” (Riwayat Bukhari).

 

Itulah beberapa Persiapan menyambut bulan puasa ramadhan yang bisa dilakukan. Sebenarnya masih banyak lagi persiapan-persiapan lainnya seperti: memperbanyak dzikir, perbanyak membaca Al-Quran, perbanyak ibadah sunah, dan menyelesaikan qadha puasa sebelumnya.

Namun yang terpenting adalah tujuannya semata-mata demi meraih ridho Allah SWT. Semoga kita dapat menyelesaikan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan maksimal dan mendapat predikat terbaik di hadapan-Nya dan juga dijauhkan dari hal-hal yang membuat ibadah menjadi sia-sia.

Jam Kerja

  • Senin-Jumat 9:00 - 17:00
  • Sabtu 9:00 - 15:00
  • Minggu Libur
  • Tanggal Merah Libur

Hubungi Kami